MINANGKABAU CULTURAL VALUES IN THE NOVEL THE SINKING OF THE VAN DER WICK SHIP
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis nilai-nilai budaya yang
terkandung dalam novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Hamka. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis untuk mengkaji
representasi budaya Minangkabau dalam cerita tersebut. Hasil penelitian menyimpulkan
bahwa novel ini kaya akan nilai-nilai budaya, khususnya nilai-nilai Minangkabau, dan
menyoroti konflik antara nilai-nilai tradisional dan modern. Masyarakat Minangkabau
digambarkan sangat berakar pada adat istiadat, termasuk sistem kekerabatan matrilineal
dan peran keluarga yang kuat dalam perjodohan. Nilai-nilai budaya memengaruhi nilainilai sosial, sebagaimana tercermin dalam hierarki sosial yang kuat antara kaum
bangsawan ("bangsawan berdarah biru") dan rakyat jelata. Konflik sosial antara nilainilai status sosial dan nilai-nilai pribadi (seperti cinta, pendidikan, dan moralitas) menjadi
tema sentral. Cinta antara Zainuddin dan Hayati diuji oleh tekanan budaya tetapi tetap
abadi secara emosional sebagai cerminan kesetiaan, pengorbanan, dan cinta sejati
meskipun mereka terpisah
Copyright (c) 2026 Jurnal Lazuardi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Copyright is protected by Law Number 28 of 2004 concerning Copyright, that Copyright is the exclusive right of the creator which arises automatically based on declarative principles after a work is manifested in a tangible form without reducing restrictions in accordance with the provisions of laws and regulations.












