KESANTUNAN BERBAHASA ANAK KEPADA GURU SEBAGAI REPRESENTASI PEMBENTUKAN KARAKTER MORAL DI SEKOLAH

  • Maya Enjelia Universitas Rokania
  • Yani Nur Aini Universitas Rokania
  • Fauli Darnita Universitas Rokania
  • Niken Febriani Universitas Rokania
  • Nauli Tama Sari Universitas Rokania

Abstract

Kesantunan berbahasa anak di sekolah dasar menjadi representasi pembentukan karakter moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kesantunan berbahasa yang ditunjukkan siswa kepada guru sebagai indikator perkembangan karakter moral di SDN 008 Rambah Samo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa secara konsisten menerapkan kesantunan berbahasa dalam interaksi dengan guru, seperti sapaan sopan, pertanyaan dengan hormat, tanggapan yang menghargai, serta pengendalian diri dalam kegiatan kelas. Faktor-faktor yang memengaruhi kesantunan meliputi teladan guru, lingkungan sekolah yang mendukung, dan interaksi dengan teman sebaya. Implementasi pendidikan karakter melalui praktik bahasa sehari-hari membantu menanamkan nilai-nilai moral seperti rasa hormat, tanggung jawab, dan empati. Kesantunan berbahasa bukan hanya keterampilan linguistik, tetapi juga manifestasi nyata dari nilai moral, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang harmonis dan perkembangan sosial-emosional siswa.

Published
2025-12-30
How to Cite
[1]
Maya Enjelia, Yani Nur Aini, Fauli Darnita, Niken Febriani, and Nauli Tama Sari, “KESANTUNAN BERBAHASA ANAK KEPADA GURU SEBAGAI REPRESENTASI PEMBENTUKAN KARAKTER MORAL DI SEKOLAH”, Lazuardi, vol. 8, no. 4, pp. 44-55, Dec. 2025.

Most read articles by the same author(s)