HUBUNGAN ANTARA ETIKA BERBAHASA DAN PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH

  • Nurul Ilmi Universitas Rokania
  • Anna Kartika Sari Universitas Rokania
  • Arum Wulan Ramadani Universitas Rokania
  • Qorie Ainun Qolby Siregar Universitas Rokania
  • Nauli Tama Sari Universitas Rokania

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara etika berbahasa dan pengembangan karakter siswa di sekolah dasar. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan nilai moral dan sosial. Penggunaan bahasa yang sopan, santun, dan sesuai konteks mencerminkan sikap hormat, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan pengendalian diri siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi di SD Negeri 004 Rambah Samo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika berbahasa siswa tercermin melalui sapaan, salam, respons sopan, dan kemampuan menyesuaikan tutur kata dalam interaksi sehari-hari. Faktor utama yang memengaruhi etika berbahasa meliputi keteladanan guru, lingkungan sekolah yang kondusif, serta interaksi teman sebaya. Etika berbahasa terbukti berkontribusi penting dalam pembentukan karakter siswa, khususnya dalam aspek rasa hormat, tanggung jawab, disiplin, empati, kerja sama, dan pembentukan citra diri positif. Dengan demikian, pembiasaan bahasa santun menjadi strategi efektif dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah. Sekolah perlu memperkuat keteladanan, budaya bahasa santun, dan interaksi positif agar pengembangan karakter dapat berlangsung secara optimal.

Published
2025-12-30
How to Cite
[1]
Nurul Ilmi, Anna Kartika Sari, Arum Wulan Ramadani, Qorie Ainun Qolby Siregar, and Nauli Tama Sari, “HUBUNGAN ANTARA ETIKA BERBAHASA DAN PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH”, Lazuardi, vol. 8, no. 4, pp. 68-78, Dec. 2025.

Most read articles by the same author(s)