BAHASA HORMAT ANAK KEPADA GURU SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN KARAKTER POSITIF DI SEKOLAH
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa hormat anak kepada guru sebagai media pembentukan karakter positif di sekolah. Bahasa hormat merupakan bentuk komunikasi yang mencerminkan kesopanan, etika, dan penghargaan terhadap orang lain, sekaligus menjadi sarana internalisasi nilai moral bagi siswa. Penelitian dilakukan di SD Negeri 12 Rambah Samo dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mengenai praktik bahasa hormat, persepsi siswa dan guru, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa secara konsisten menggunakan bahasa sopan dan hormat dalam interaksi dengan guru, seperti menyapa, menggunakan kata penghubung yang tepat, menunggu giliran berbicara, dan menggunakan intonasi santun. Penggunaan bahasa hormat ini tidak hanya berfungsi sebagai etika verbal, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan karakter positif, termasuk disiplin, tanggung jawab, empati, dan kesabaran. Guru memiliki peran strategis sebagai teladan komunikasi sopan, sehingga siswa meniru perilaku tersebut dan nilai-nilai karakter lebih mudah tertanam. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahasa hormat anak kepada guru menjadi media efektif dalam pembentukan karakter positif di sekolah. Praktik ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan kualitas interaksi sosial, serta menanamkan nilai moral sejak dini. Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah secara konsisten membiasakan bahasa hormat melalui pembiasaan, teladan guru, dan kegiatan pendidikan karakter yang kreatif agar pembentukan karakter siswa berlangsung secara optimal.
Copyright (c) 2025 Jurnal Lazuardi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Copyright is protected by Law Number 28 of 2004 concerning Copyright, that Copyright is the exclusive right of the creator which arises automatically based on declarative principles after a work is manifested in a tangible form without reducing restrictions in accordance with the provisions of laws and regulations.












